Demetori

Demetori

Saturday, March 10, 2018

Fakta Lockheed F-104 Starfighter


  
Mungkin dari begitu banyak pesawat tempur generasi ketiga,F-104 Starfighter adalah yang paling banyak memiliki masalah dan juga memilik prestasi.Namun,apapun itu,lahirnya pesawat ini merupakan loncatan teknologi.Seperti misalnya penggunaan sayap yang kecil dan tipis sehingga tidak dapat digunakan sebagai sebagai tempat penampungan bahan bakar.

Fakta lainnya,para pemerhati kedirgantaraan banyak yang mengatakan bahwa pesawat F-104 sebenarnya adalah roket yang diberi sayap.

Sangkaan tersebut tidaklah salah,karena badan pesawat yang langsing dan melancip di bagian muka mengesankan sebuah roket.Bentuk yang tidak lazim untuk masanya itu banyaknya mengundang pertanyaan soal kelincahan F-104 ketika berhadapan dengan lawan di udara dan saat melakukan pertempuran jarak dekat.

Pandangan tersebut nyatanya dapat dipatahkan,karena F-104 diciptakan sebagai pesawat pencegat (Interceptor)yang mengutamakan dapat lepas landas dengan cepat dan sesegera mungkin melakukan pencegatan di udara.

Perlu diingat,kala itu Perang Dingin antara blok Barat dan blok Timur masih berkecamuk sehingga kecepatan adalah salah satu yang diunggulkan .Hal ini dapat dibuktikan bahwa F-104 adalah pesawat tercepat di zamannya.Ketika,14 Desember 1958,Letnan Einar Enevoldson berhasil memecahkan rekor saat melakukan climb hingga ketinggian 25.000 m (82.000 kaki) hanya dengan waktu 266,03 detik.
                 

Perlu diketahui,walaupun AU AS sebagai pengguna terbanyak F-104,namun yang pertama kali menggunakannya dalam pertempuran udara adalah AU Pakistan saat bertarung dengan AU India.F-104 berhadapan dengan MiG-21FL dan dalam beberapa kali 'dogfight' keduanya menjatuhkan pesawat lawan.

Dalam pertempuran tersebut sekaligus tercatat,untuk pertama kalinya pesawat yang berkemampuan 2 Mach melakukan dogfight.Yaitu antara F-104 Starfighter AU Pakistan melawan Dassault Mystere IV milik AU India.

Fakta lain tidak dapat dipungkiri,F-104 Starfighter merupakan pesawat yang paling banyak memakan korban.salah satunya adalah pesawat yang digunakan AU dan AL Jerman.Dari 916 pesawat yang dimilikinya,262 pesawat bermasalah dan jatuh menewaskan 116 orang.Bahkan,pernah dalam satu hari jatuh empat pesawat sekaligus.

Pada masa itu di AU Jerman ada istilah witwenmacher yang berarti pembuat janda,akibat saking banyaknya pilot menjadi korban dari pesawat ini.
Fakta lainnya,ada kabar yang kurang enak di mana ketika F-104 dijual kepada AU Belanda nanyak petinggi negeri tersebut mendapat uang komisi hasil penjualan pesawat ini dari Lockheed.

Daftar Pustaka :

Djajasasmita,Harzan.2017.Majalah Angkasa.Jakarta:Kompas Gramedia.



No comments:

Post a Comment