Demetori

Demetori

Sunday, March 18, 2018

Mitsubishi ATD-X Shinshin Maju Terus Pantang Mundur

Add caption

 Gagal memperoleh F-22 Raptor tak membuat Jepang patah arang.Selain mengakuisisi F-35A Lightning II,Jepang juga mempersiapkan penempur generasi kelimanya sendiri.Berbeda sewaktu mengembangkan Mitsubishi F-2A/B yang mengambil basis F-16C/D Fighting Falcon,kali ini Jepang Melenggang sendiri.Bisa Ditebak,bisa jadi inilah salah satu alasan mengapa AS Menolak menjual F-22 ke Negeri Sakura.

Bagaimanapun juga,Jelas AS tidak rela begitu saja alutsista matra udara pamungkas nan trengginasnya dipelajari untuk jadi basis pengembangan alutsista negeri lain,meski sekutu dekatnya sendiri.Seperti itulah dikemukakan di bagian depan,di negara-negara yang sudah mapan perencenaan alutsistanya,rencana penggantian satu armada (sekaligus) sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Secara teknis usia pakai Mitsubishi F-2 baru akan habis masa pakainya hingga 2025.Itupun belum menghitung faktor perpanjangan usia pakai,yang jika dilakukan mengeser mundur jadwal penarikan dinas aktif.Jepang menetapkan bahwa tahun 2009 tipe pesawat tempur penggantinya sudah masuk fase definitif,entah itu (kelak)desain swadaya atau membeli langsung dari luar(off-the-shell).Namun yang dirasakan paling mendesak adalah pengganti penempur F-15J/DJ Eagle yang berkemampuan terbang jarak jauh.Seperti diketahui,dalam roadmap penggantian alutsista matra udara Jepang,F-35 ditetapkan sebagai pengganti penempur F-4EJ Phantom II.

Pengembangan penempur generasi lanjut yang kabarnya akan didesainasi F-3 tersebut diwujudkan dalam pengembangan konsep desain bertajuk ATD-X (Advanced Technology Demonstrator - X).Pengembangan digawangi Gijutsu Kenkyu Honbu alias TRDI (Technical Research and Development Institute) di bawah naungan Kementrian Pertahanan Mitsubishi Heavy Industries sebagai Kontraktor Utama.

gagal mendapatkan Raptor,pemerintah jepang mempercepat proses pengembangan ATD-X.Bentuknya pun jadi mirip
Fase awal ATD-X boleh dikata lolos dari pantauan media.Tahun 2005,sebuah model berskala diuji di dua fasilitas uji milik Perancis yaitu terowongan angin (uji aerodinamika) dan laboratorium yang dilngkapi anechoic chamber (uji RCS).Bisa dimengerti,Prancis di[ilih Jepang tentu menyadari bahwa AS masih "sensitif" akan isu teknologi stealth yang berujung mengekspor F-22 Raptor.Lagi-lagi tak banyak terpantau media,sebuah model berskala yang dilengkapi perangkat remote control diuji terbang pertama kalinya tahun 2006.

Pada tahun 2009,pemerintah Jepang memutuskan mempercepat proses pengembangan ATD-X setelah ada kepastian bahwa Raptor tak diizinkan untuk diekspor ke luar AS.Bahkan yang teknologi stealthnya di-downgrade sekalipun.Perakitan skala penuh ukuran sesungguhnya purwarupa ATD-X dimulai tahun 2012 ,dan pada Juli 2014 Jepang merilis foto-foto ATD-X untuk pertama kalinya,dengan bentuk yang tidak terlalu jauh beda dengan gambar-gambar rekaan yang selama ini sudah edar duluan.

Yang membuat para pengamat penasaran adalah fakta bahwa foto-foto pesawat yang kelihatan baru digelindingkan keluar hangar itu,ada bagian yang kelihatan sengaja diburamkan,di antara roda pendarat depan.Kuat dugaan bagian tersebut menyimpan detail teknis yang sementara ini tak ingin terbuka jelas di ruang publik.

ATD-X sebetulnya barulah peraga teknis skala penuh (full-technology demonstrator).Meski diyakini sosok purwarupa F-3 tidak bakal jauh berbeda dengan ATD-X,namun sempat muncul dugaan kalau kelak Mitsubishi F-3 akan bersosok lebih besar.mengingat skenario dimana salah satu yang akan digantikan adalah F-15J/DJ yang termasuk kelas heavy fighter.

Seperti halnya Mitsubishi F-2,ATD-X pun akan berkemampuan mengusung senjata-senjata buatan AS di samping tentunya rekayasa Jepang sendiri.Entah itu rudal udara ke udara (AAM) maupun rudal Udara ke darat (ASM)


Radar sudah pasti AESA,dengan resolusi dan processing capability lebih tinggi ketimbang Mitsubishi Electric J/APG-1 pada Mitsubishi F-2.Yang juga sudah dipastikan terpasang (tertuang dalam spesifikasi desain) adalah perangkat IRST.Menilik perkembangan terkini dimana pesawat patroli Maritim buatan Jepang Kawasaki P-1,yang mulai masuk dinas operasional juga ditawarkan ke pasar ekspor seiring kebijakan reinpretasi konstitusi Jepang,bukan tak mungkin kelak penempur ATD-X di ekspor negara lain.

November 2015 lalu diberitakan purwarupa ATD-X sudah mendekati momen terbang perdananya.Sayangnya hingga tulisan cetak,belum ada kelanjutan mengenai perkembangan ATD-X.Oh ya, nama Shinshin (Spirit of the Heart) Sebetulnya bukanlah nama dari Kementrian Pertahanan Jepang.Nama yang dipopulerkan media massa Jepang itu sejatinya adalah kode program ATD-X dalam daftar proyek Angkatan bersenjata udara Jepang.


DATA SPESIFIKASI ATD-X
STATUS
PENGEMBANGAN
Kontraktor utama
Mitsubishi Heavy Industries Jepang
Terban perdana
akhir 2015 (perkiraan)
Operasional
2028
Mesin
2 x IHI XF-5-1 afterburning turbulan, dengan kelas daya [tiap mesin] sekitar 49 kN
Dimensi
Panjang 14.2 m. Tinggi 4.5 m.                      Rentang sayap 9.1 m
Maximum take off weight
13.000 kg
G-Limit
-3G sampai +9G
Radius tempur
1.200 km (tipikal misi udara ke udara)
Ferry Range
4.000 km (dengan tengki eksternal)
Awak
1
Persenjataan internal
1 x kanon kaliber 23 mm atau 30 mm
Persenjataan yang dapat di bawa
Rudal udara ke udara
AIM-9 Sidewinder (jangkauan  17 km)
AIM-7EM Sparrow (jangkauan 45 – 50 km). Mitsubishi AAM-3/Type 90 AAM (jangkauan 13 km). Mitsubishi AAM-4/Type 99 AAM (jangkauan 100 km)
Rudal udara ke permukaan (external station)
ASM-1 / Type-80 ASM (jangkauan 50 km),
Asm-2 / Type-93 ASM (jangkauan 150 km)
Bom (external station)
General purposes Mk.82/84, GBU-31 JDAM
(Join Direct Attack Munition)
Rival terdekat
F-35 Lightning II
·           Data- data berupa perkiraan karena hingga tulisan masuk, purwarupanya pun belum terbang.



Sumber : Edisi Koleksi Angkasa The Last Generation of Jet Fighter 

No comments:

Post a Comment